Takdir telah berkata,
Ya Allah berikanlah kami kekuatan,
Walau air mata tak henti tertahan,
biarkan kami bisa menerimanya...
Ya Allah ini adalah kehendakMu,
maka semuanya kami kembalikan kepadaMu,
semuanya mempunyai batas,
maka berikanlah pula kami kekuatan yang tak terbatas dalam hal ini...
Orang yang kami sayang,
yang selama ini menjadi bagian dari hidup kami,
kini menghadapMu...
Berilah kemudahan untuknya,
lapangkanlah tempatnya disisiMu...
Ya Rabb...
Kami tahu ini yang terbaik,
maka berikanlah kesempatan kepada kami untuk bisa menerimanya...
Ya Rabb,kami menangis bukan kerana tidak menerima takdirMu,
Kami menangis bukan kerana tidak beriman kepadaMu,
Tapi kami hanya butuh waktu,
butuh waktu untuk menenangkan diri dari keterkejutan kami...
Ya Rabb..Bimbing lah kami...
Thursday, November 11, 2010
Izinkan Aku Kembali Pada-Mu
Memercikkan kebahagiaan permata hati,
Berbelut sang suria pada awal nafasku,
Cinta ini bagai laksana bintang,
Menyadari akan lemahnya jiwa ini,
Dengan berlapis dosa seperti buih laut...
Ya Rabbul Izzati..
Izinkanlah aku kembali padaMu,
Meski mungkin takkan pantas,
Meski mungkin takkan sempurna,
Berikan aku kesempatan waktu,
Aku ingin kembali padaMu,
Meski ku tak layak bersujud padaMu,
Melimpahkan air mata padaMu...
Tuhan...
Aku ingin mengadu,
bahwa hari ini aku melakukan hal ini itu,
Sesuatu yang telah membuatku teringat padaMu,
Ku rindu denganMu,
Ku ingin bercinta denganMu,
Di malam-malamMU,
Ketika manusia terlelap dalam letihnya...
Berbelut sang suria pada awal nafasku,
Cinta ini bagai laksana bintang,
Menyadari akan lemahnya jiwa ini,
Dengan berlapis dosa seperti buih laut...
Ya Rabbul Izzati..
Izinkanlah aku kembali padaMu,
Meski mungkin takkan pantas,
Meski mungkin takkan sempurna,
Berikan aku kesempatan waktu,
Aku ingin kembali padaMu,
Meski ku tak layak bersujud padaMu,
Melimpahkan air mata padaMu...
Tuhan...
Aku ingin mengadu,
bahwa hari ini aku melakukan hal ini itu,
Sesuatu yang telah membuatku teringat padaMu,
Ku rindu denganMu,
Ku ingin bercinta denganMu,
Di malam-malamMU,
Ketika manusia terlelap dalam letihnya...
Wednesday, November 10, 2010
Aku Redha Ya ALLAH
Wahai tuhan yang membolak balikkan hati,
tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu,
kejapkanlah pijakanku atas jalan-Mu,
kerana ku tahu,
Engkaulah pemilik hati yang hakiki,
tak mungkin ia berubah melainkan dengan izinMu,
tak mungkin ia berganjak melainkan dengan kehendakMu,
dan tak mungkin berpaling melainkan dengan 'kun fayakun',
sebagai hamba yang daif aku ridha,
sadar dan insaf atas setiap apa yang telah Engkau suratkan buatku,
hikmahMu ada dalam tiada,
dapat dirasa dalam sengsara,
dapat dikecap manisnya rasa,
walau tidak pasti arah tujuannya.....
Aku redha dan pasrah dengan ketentuanMu,
Wahai Tuhanku...
tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu,
kejapkanlah pijakanku atas jalan-Mu,
kerana ku tahu,
Engkaulah pemilik hati yang hakiki,
tak mungkin ia berubah melainkan dengan izinMu,
tak mungkin ia berganjak melainkan dengan kehendakMu,
dan tak mungkin berpaling melainkan dengan 'kun fayakun',
sebagai hamba yang daif aku ridha,
sadar dan insaf atas setiap apa yang telah Engkau suratkan buatku,
hikmahMu ada dalam tiada,
dapat dirasa dalam sengsara,
dapat dikecap manisnya rasa,
walau tidak pasti arah tujuannya.....
Aku redha dan pasrah dengan ketentuanMu,
Wahai Tuhanku...
Wednesday, August 11, 2010
AKU DATANG
Ya Allah, Tuhanku
Rabbi Rabbul Izzati
kelahiran ini anugerah-Mu
dalam debur tangis kuraih erti hidup
tersujudku pada selarik belas kasih-Mu
tengadah meluhurkan hidayah-Mu
pasrah memikul amanah-Mu.
Ya Allah, Tuhanku
Rabbi Rabbul’Alamin
aku hanya setinta insan
berkhalifah di saujana bumi-Mu
menebar takwa berbunga ikhsan
mengabdi cinta ubudiyah
mimpikan janji syurga-Mu.
Ya Allah, Tuhanku
Arrahman Arrahim
tunjuki daku jalan-jalan-Mu
disuluhi hidayah-Mu
diharumi reda-Mu
aku pasrah lagi patuh
tanpa ingkar lagi mungkar
aku datang kepadaMu
Allahuakhbar!
Rabbi Rabbul Izzati
kelahiran ini anugerah-Mu
dalam debur tangis kuraih erti hidup
tersujudku pada selarik belas kasih-Mu
tengadah meluhurkan hidayah-Mu
pasrah memikul amanah-Mu.
Ya Allah, Tuhanku
Rabbi Rabbul’Alamin
aku hanya setinta insan
berkhalifah di saujana bumi-Mu
menebar takwa berbunga ikhsan
mengabdi cinta ubudiyah
mimpikan janji syurga-Mu.
Ya Allah, Tuhanku
Arrahman Arrahim
tunjuki daku jalan-jalan-Mu
disuluhi hidayah-Mu
diharumi reda-Mu
aku pasrah lagi patuh
tanpa ingkar lagi mungkar
aku datang kepadaMu
Allahuakhbar!
Sekujur tubuh, sekeping hati
apalah yang ada pada sekujur tubuh,
andai hati yang dimilikinya,
beku dan mati,
tanpa siraman iman, tanpa nur Islam,
tetapi penuh dengan karat-karat jahiliyah...
apalah yang ada pada keayuan wajah,
andai hatinya hodoh dan tandus,
keayuan hanya memperdaya,
untuk akhirnya menemukan sebuah kepalsuan...
apalah harga sekujur tubuh,
litup dibaluti pakaian,
penuh kehebatan lahiriah,
andai hati yang dimiliki,
masih dengan citarasa jahiliyah...
apalah harga keindahan lahiriah,
andai hatinya tidak ditarbiyah secara Islam,
maka perjalanan hidupnya pincang,
bercampur aduk antara Islam dan jahiliyah...
apalah diharapkan dari sekujur tubuh,
andai bergaya dengan fesyen jahiliayah,
katanya, 'Iman itu pada hati, bukan pada pakaian',
( tidak tahukah ia bahawa memelihara aurat itu antara
pernyataan Iman terhadap Allah )...
sekujur tubuh menjadi indah dan berharga,
bila ia berpakaian Iman dan Taqwa,
dan sekeping hatinya Beraqidah Tauhid...
andai hati yang dimilikinya,
beku dan mati,
tanpa siraman iman, tanpa nur Islam,
tetapi penuh dengan karat-karat jahiliyah...
apalah yang ada pada keayuan wajah,
andai hatinya hodoh dan tandus,
keayuan hanya memperdaya,
untuk akhirnya menemukan sebuah kepalsuan...
apalah harga sekujur tubuh,
litup dibaluti pakaian,
penuh kehebatan lahiriah,
andai hati yang dimiliki,
masih dengan citarasa jahiliyah...
apalah harga keindahan lahiriah,
andai hatinya tidak ditarbiyah secara Islam,
maka perjalanan hidupnya pincang,
bercampur aduk antara Islam dan jahiliyah...
apalah diharapkan dari sekujur tubuh,
andai bergaya dengan fesyen jahiliayah,
katanya, 'Iman itu pada hati, bukan pada pakaian',
( tidak tahukah ia bahawa memelihara aurat itu antara
pernyataan Iman terhadap Allah )...
sekujur tubuh menjadi indah dan berharga,
bila ia berpakaian Iman dan Taqwa,
dan sekeping hatinya Beraqidah Tauhid...
Alangkah Ruginya
Alangkah ruginya kita.
Allah memanjangkan umur kita sehari lagi
tetapi kita mencemari paginya dengan keluhan.
Alangkah ruginya kita
ketika Allah menguji kita dengan sedikit kepayahan
lalu kita menyesali kehidupan.
Alangkah ruginya kita
apabila Allah uji dengan sedikit kesusahan
lalu kita melupakan segala kesenangan yang pernah diberikanNya.
Alangkah ruginya kita
apabila sedikit keburukan yang Allah timpakan
lalu kita mengingkari segala kebaikanNya yang melimpah ruah.
Alangkah ruginya kita
ketika Ramadhan telah berlalu
tetapi kita masih belum mendapat pengampunanNya.
Alangkah ruginya kita
ketika kehidupan telah berakhir
namun tidak ada bekal yang kita bawa pulang
Alangkah ruginya kita
ketika kita mula insaf dan menyesal
namun semuanya tidak berguna lagi.
Allah memanjangkan umur kita sehari lagi
tetapi kita mencemari paginya dengan keluhan.
Alangkah ruginya kita
ketika Allah menguji kita dengan sedikit kepayahan
lalu kita menyesali kehidupan.
Alangkah ruginya kita
apabila Allah uji dengan sedikit kesusahan
lalu kita melupakan segala kesenangan yang pernah diberikanNya.
Alangkah ruginya kita
apabila sedikit keburukan yang Allah timpakan
lalu kita mengingkari segala kebaikanNya yang melimpah ruah.
Alangkah ruginya kita
ketika Ramadhan telah berlalu
tetapi kita masih belum mendapat pengampunanNya.
Alangkah ruginya kita
ketika kehidupan telah berakhir
namun tidak ada bekal yang kita bawa pulang
Alangkah ruginya kita
ketika kita mula insaf dan menyesal
namun semuanya tidak berguna lagi.
Bingkisan Buat Yang Masih Muda
Buat hati-hati yang belum mati,
buat diri yang rela menerima kebenaran Ilahi...
kita muda,
tapi tidak selama-lamanya,
kita hidup,
pun tidak selama-lamanya,
tetapi akan berakhirkah semuanya,
tanpa pengisian yang bermakna...
masa muda datang hanya sekali,
apakah sekadar masa berhibur tawa,
mengecapi nikmat duniawi sepuas-puasnya,
bertangguh ibadah...
bila usia menggamit tua nanti,
para syaitan pula membisikkan,
lama lagi kita akan mati,
memperdaya agar kita,
bertangguh beramal soleh...
alangkah sia-sianya,
masa muda kita berlalu begitu sahaja,
tidak bisa pula diputarkan kembali,
di Darul Akhirah, Allah bertanya,
'ke manakah usia muda telah dihabiskan'
mampukah kita memberi jawaban?
wajarlah kita menghargai masa muda,
memanfaatkannya sebaik-baiknya,
kita perlu kembali kepada Islam,
sehingga kita layak dipanggil muslim sejati,
sehingga kita layak menjadi mukmin sebenar,
sehingga kita beroleh Daulah Islamiah...
perlu kita sedari,
kita dikelilingi realiti jahiliah,
jahiliah mengusai di mana-mana,
Islam dan jahiliah saling bertentang,
Islam dan jahiliah tiada titik persamaan,
jahiliah tidak layak dibiarkan,
menguasai dan memimpin manusia dan dunia,
relakah kita memilih jahiliah,
yang dipimpini syaitan,
yang menuju kesesatan dan kegelapan,
bukankah lebih baik kita pilih Islam,
Jalan lurus yang diredhai Allah,
yang menuju kebenaran dan cahaya...
andai selama ini kita lebih dikenali,
sebagai atas nama bangsa dan negara,
maka sudah masanya kita bernama,
atas nama Islam sahaja,
memahami tugas utama dan asasi kita,
adalah mengembalikan pimpinan,
ummah dan dunia dari tangan jahiliah,
kepada Islam yang hanif,
tugas yang berat ini,
tidak mampu kita pikul,
tanpa kefahaman dan kesedaran sebenar,
terhadap Islam yang syumul,
dengan kepercayaan dan keyakinan,
bahawa Islam adalah yang terbaik,
agar kita tidak berpaling,
di tengah perjalanan sebuah perjuangan...
akan berjayakah perjuangan,
tanpa persiapan dan perbekalan,
yang cukup mantap dan rapi,
pastikan keringat dan pengorbanan kita,
tertumpah hanya dalam membina Daulah Islamiah,
bermula dari dalam diri,
seterusnya keluarga, masyarakat dan negara,
aqidah dan keimanan yang sahih,
kita jadikan benteng pertahanan,
terampuh dari serangan jahiliah,
yag tidak pernah rela Islam,
menguasai manusia dan dunia,
jahiliah yang berusaha,
memalingkan kita semua,
dari terus melalui jalan yang lurus,
hanya dengan kefahaman dan kesedaran,
yang sebenar,
barulah kita tidak mudah tertipu,
dengan gambaran indah tetapi palsu dan keliru,
yang dicanangkan oleh jahiliah,
yang cukup gentar pada kebangkitan,
para pemuda yang sedar dan ikhlas,
memiliki keazaman yang kental,
dalam memperjuangkan Islam,
lantaran jahiliah merasakan,
kekuasaan dan kepentingan mereka tergugat,
bilamana mereka tidak lagi,
dapat menguasai dan memperhambakan manusia,
bila manusia mula mengembalikan kedudukan Allah,
sebagai penguasa dan pentadbir sebenar,
bila manusia kembali taat dan tunduk sepenuhnya,
kepada Allah,
kepalsuan jahiliah akan terserlah...
lantas perjuangan mendaulatkan Islam ini,
sebagaimana yang dikehendaki Allah dah RasulNya,
penuh dengan rintangan, ujian dan pengorbanan,
yang terbentang di hadapan kita,
bukanlah permaidani merah,
mewangi taburan bunga,
tetapi tersedia onak ranjau,
yang tidak terperi sakitnya,
bagi menguji siapakah,
yang benar-benar beriman...
bersama-samalah kita wahai pemuda,
menjadikan diri-diri kita,
dengan nama mulia, pemuda Islam,
bukan lagi dengan nama-nama lain,
yang remeh lagi mengaibkan,
buktikanlah bahawa Allah & Rasulnya,
lebih kita pilih dan kasihi,
melebihi dari yang lain-lain,
hatta terhadap diri kita sendiri,
berpindahlah kita dari kegelapan jahiliah,
menuju cahaya Islam yang suci murni,
mulakanlah langkah yang panjang,
memakan masa,
menagih kesabaran dan keimanan,
tanpa berhajatkan pujian dan sanjungan,
tanpa gentarkan celaan & herdikan,
memadailah rahmat dan redhaNya,
jua yang terlebih berharga,
dari dunia dan segala isinya......
buat diri yang rela menerima kebenaran Ilahi...
kita muda,
tapi tidak selama-lamanya,
kita hidup,
pun tidak selama-lamanya,
tetapi akan berakhirkah semuanya,
tanpa pengisian yang bermakna...
masa muda datang hanya sekali,
apakah sekadar masa berhibur tawa,
mengecapi nikmat duniawi sepuas-puasnya,
bertangguh ibadah...
bila usia menggamit tua nanti,
para syaitan pula membisikkan,
lama lagi kita akan mati,
memperdaya agar kita,
bertangguh beramal soleh...
alangkah sia-sianya,
masa muda kita berlalu begitu sahaja,
tidak bisa pula diputarkan kembali,
di Darul Akhirah, Allah bertanya,
'ke manakah usia muda telah dihabiskan'
mampukah kita memberi jawaban?
wajarlah kita menghargai masa muda,
memanfaatkannya sebaik-baiknya,
kita perlu kembali kepada Islam,
sehingga kita layak dipanggil muslim sejati,
sehingga kita layak menjadi mukmin sebenar,
sehingga kita beroleh Daulah Islamiah...
perlu kita sedari,
kita dikelilingi realiti jahiliah,
jahiliah mengusai di mana-mana,
Islam dan jahiliah saling bertentang,
Islam dan jahiliah tiada titik persamaan,
jahiliah tidak layak dibiarkan,
menguasai dan memimpin manusia dan dunia,
relakah kita memilih jahiliah,
yang dipimpini syaitan,
yang menuju kesesatan dan kegelapan,
bukankah lebih baik kita pilih Islam,
Jalan lurus yang diredhai Allah,
yang menuju kebenaran dan cahaya...
andai selama ini kita lebih dikenali,
sebagai atas nama bangsa dan negara,
maka sudah masanya kita bernama,
atas nama Islam sahaja,
memahami tugas utama dan asasi kita,
adalah mengembalikan pimpinan,
ummah dan dunia dari tangan jahiliah,
kepada Islam yang hanif,
tugas yang berat ini,
tidak mampu kita pikul,
tanpa kefahaman dan kesedaran sebenar,
terhadap Islam yang syumul,
dengan kepercayaan dan keyakinan,
bahawa Islam adalah yang terbaik,
agar kita tidak berpaling,
di tengah perjalanan sebuah perjuangan...
akan berjayakah perjuangan,
tanpa persiapan dan perbekalan,
yang cukup mantap dan rapi,
pastikan keringat dan pengorbanan kita,
tertumpah hanya dalam membina Daulah Islamiah,
bermula dari dalam diri,
seterusnya keluarga, masyarakat dan negara,
aqidah dan keimanan yang sahih,
kita jadikan benteng pertahanan,
terampuh dari serangan jahiliah,
yag tidak pernah rela Islam,
menguasai manusia dan dunia,
jahiliah yang berusaha,
memalingkan kita semua,
dari terus melalui jalan yang lurus,
hanya dengan kefahaman dan kesedaran,
yang sebenar,
barulah kita tidak mudah tertipu,
dengan gambaran indah tetapi palsu dan keliru,
yang dicanangkan oleh jahiliah,
yang cukup gentar pada kebangkitan,
para pemuda yang sedar dan ikhlas,
memiliki keazaman yang kental,
dalam memperjuangkan Islam,
lantaran jahiliah merasakan,
kekuasaan dan kepentingan mereka tergugat,
bilamana mereka tidak lagi,
dapat menguasai dan memperhambakan manusia,
bila manusia mula mengembalikan kedudukan Allah,
sebagai penguasa dan pentadbir sebenar,
bila manusia kembali taat dan tunduk sepenuhnya,
kepada Allah,
kepalsuan jahiliah akan terserlah...
lantas perjuangan mendaulatkan Islam ini,
sebagaimana yang dikehendaki Allah dah RasulNya,
penuh dengan rintangan, ujian dan pengorbanan,
yang terbentang di hadapan kita,
bukanlah permaidani merah,
mewangi taburan bunga,
tetapi tersedia onak ranjau,
yang tidak terperi sakitnya,
bagi menguji siapakah,
yang benar-benar beriman...
bersama-samalah kita wahai pemuda,
menjadikan diri-diri kita,
dengan nama mulia, pemuda Islam,
bukan lagi dengan nama-nama lain,
yang remeh lagi mengaibkan,
buktikanlah bahawa Allah & Rasulnya,
lebih kita pilih dan kasihi,
melebihi dari yang lain-lain,
hatta terhadap diri kita sendiri,
berpindahlah kita dari kegelapan jahiliah,
menuju cahaya Islam yang suci murni,
mulakanlah langkah yang panjang,
memakan masa,
menagih kesabaran dan keimanan,
tanpa berhajatkan pujian dan sanjungan,
tanpa gentarkan celaan & herdikan,
memadailah rahmat dan redhaNya,
jua yang terlebih berharga,
dari dunia dan segala isinya......
Subscribe to:
Posts (Atom)